cerdas cermat di Lapak

asiikk, posting juga di blog baru amatiran.. :p

Pagi ini aku berangkat ke Lapak setelah beberapa minggu absen karena sibuk kegiatan akhir pekan. Sebenarnya rencana lomba cerdas cermat adik-adik lapak harusanya dilakukan kemarin. namun karena cuaca yang sangat tidak memungkinkan, minggu pagi ini baru dapat dilaksanakan.

Oh iya, sekedar informasi mengenai lapak yang mungkin sebagian anda belum mengetahuinya. lapak adalah podok kecil tempat para anak-anak korban kekerasan ibukota belajar. Jika anda ingin mengetahuinya lebih jelas, silahkan baca tulisan saya mengenai lapak saat saya pertama kali datang. here my notes: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150098160374724

Lapak memang selalu dapat menginspirasi dan menarik saya untuk didiskripsikan. Pagi ini lapak nampak tak karuan. Lantainya sangat kotor karena hujan deras kemarin. Akhirnya kami memutuskan untuk melaksanakan kegiatan di mushola terdekat. Tunggu!! jangan anda bayangkan mushola itu dengan tembok keramik, dihiasi karpet sajadah dengan penyekat makmum pria dan wanita, dengan tempat wudhu disamping, dan mengan mustaka diatas gentingnya. Tidak. bukan seperti itu.Seperti yang telah saya ceritakan dalam note saya bahwa lapak kecil ini terletak didaerah perumahan para pemulung. Mushola itu berbentuk seperti rumah panggung. Lantai dan temboknya dari kayu dan papan. Tak ada mustaka seperti masjid pada umumnya. luasnya mungkin berkisar 5mx5m (kalau tidak salah memperhitungkan). Dari dua kipas angin, satu dapat berfungsi. di sebelah ruang imam ada pengeras suara. Lantainya dilapisi karpet yang basah karena rembesan air hujan kemarin. Tidak ada tempat wudhu. Tidak ada sajadah dan tidak ada mukena. Jika anda memandang dari teras mushala, anda akan melihat tumpukan karung penuh barang bekas yang sering kita anggap sebagai sampah. Namun itu adalah kehidupan mereka. mereka bertahan dari sampah-sampah kita. Jika anda menengok ke arah kiri, anda dapat melihat orang mandi disana. Dengan tutupan asbes setinggi perut orang dewasa. Dan di sekelilingnya akan ada petakan rumah kecil dari papan, dengan atap yang penuh dengan ban bekas. Untuk apa? untuk membuat terpal dengan gantingan botol air mineral yang terisi penuh dengan air sebagai pemberat yang mereka letakkan sebagai anti bocor di atap rumah agar tidak terbang tertiup angin.

Adik-adik mulai berdatangan. Hari ini banyak adik yang datang. tak hanya mereka yang biasa belajar dilapak, namun juga adik-adik mereka yang masih kecilpun ikut serta. Aku memandangi mereka. Melihat wajahnya. Mengamati polah tingkahnya. Mereka tak berbeda dengan anak kecil kebanyakan. Lari kesana kemari membuat goncangan dalam mushala, jatuh berdiri berkejaran, bermain permainan yang dulu juga aku mainkan. main tepuk-tepuk tangan dengan nyanyian ala bocah. Tawa mereka tetap seperti tawa bocah kecil seumurannya. dengan wajah kusam kucel terbakar matahari. rambut merah pirang alami. Berteriak-teriak memenuhi ruangan.

Dengan susah payah kami menenangkan suasana gaduh adik-adik yang asik bermain sendiri. Lomba kecilpun dimulai. Sebenarnya lombanya standart. Seperti cerdas cermat semestinya. Namun terasa menyenangkan dengan celotehan, riuh riang, tepuk tangan, dan antusias mereka. Mulutku sampai kering hanya untuk membacakan soal. Hingga akhirnya dinobatkanlah satu kelompok sebagai pemenangnya.

usai cerdas cermat, kami membagikan jajanan kecil untuk adik-adik. Kami duduk tenang dan menikmatnya dengan obrolan-obrolan kecil. Dengan membuat balon dari plastik yang ditarik dengan penuh tenaga sehingga menjadi panjang. Setelah itu, pembagian hadiah. cerdas cermat ini kami bagi menjadi 3 kelompok, dan kami ambil 3 juara. Dengan kata lain memang semua dipastikan menjadi juara dan mendapat hadiah. Mereka membuka hadiah dan membagikan dengan rata kepada anggota kelompok. Semua hadiah berisi peralatan sekolah. Yang menjadi penontonpun tak terlupakan. disediakan juga hadiah kepada mereka.

Semua acara selesai, kami berdoa, dan mereka pulang satu persatu. Kami membersihkan mushala. dan tahukah anda ?? seorang adik kecil bernama putra yang saya kisarkan umurnya 2-3tahun kembali ke mushala. membuka plastik yang kami isi sampah.
"eh, nyari apa? itu kotor"
"mau nyari aqua kak."
"eh, ini di kardus"
"ini masih ada airnya"
(kembali mencari di dalam plastik dan mengambil beberapa gelas aqua dan membawa keluar)
"masih ada lagi nggak kak?"
(mencari di plastik sampah lain)
subhanallah.. dia masih terlalu kecil ya Allah. Yang kutahu saat aku seumur itu mungkin hanyalah bermain di depan rumah, minta dibuatin susu di malam hari, dan menari-nari menggoyangkan tangan. Yahh, inilah hidup. Inilah lapak. Inilah mereka. Aku belajar banyak dari mereka. Mereka yang selalu membuatku tertarik menyusuri psikologisnya. Berikanlah kekuatan kepada mereka ya Allah, dan senantiasa Engkau beri rakhmat untuk mereka. Tinggikanlah derajatnya dan berikanlah kebahagiaan dan kesuksesan untuk mereka. Semangat wahai sahabat !!

Komentar

  1. aamiin,
    semoga mereka menjadi pembaik kehidupan orang tua mereka..
    :')

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer