Rezeki yang Tertunda

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Meski begitu, sebagai seorang wanita, hamil merupakan anugerah terbesar yang diidam-idamkan. Pengalaman "hampir" merasakan keajaiban itu baru saja kualami. Dan tentu, menjadi sebuah pelajaran yang insya Allah akan membuat semakin bersyukur kepada Allah SWT.

Kamis sampai dalam Sabtu minggu lalu (2-4 Agustus 2018), aku dan suami mengadakan perjalanan honeymoon sesi kedua ke Singapore (lebih jelasnya semoga akan ada keinginan untuk membuat tulisan ini). Beberapa hari sebelum perjalanan, aku membeli tiket Universal Studio lewat traveloka. Sebelum membeli tiket, aku mencoba testpack, karena memang saat itu sudah terlambat haid. Ga lucu kaan kalau tiba-tiba ada sesuatu, meskipun sebenarnya jadwal haidku juga memang tidak teratur. hasilnya negatif. Oke, memang saatnya bersenang-senang sama suami dulu nih haha. Hari Sabtu, kami mengunjungi salah satu whishlist kami untuk ke Universal Studio. Tentulah kami naik berbagai wahana ekstrim yang memang kami idam-idamkan.

Singkat cerita, hari Sabtu malam kami kembali ke Bekasi. Demi me-recharge energi, kami tidur hingga minggu siang. Entah angin apa, sebelum mandi, aku kembali mengambil testpack dan mencobanya. Daaan "jengjengjeeng" terdapat garis 2 meski garis yang kedua agak samar. Aku mencoba mengatakannya pada suami. Semua wanita pasti langsung speachless kan yah melihat hasil itu. Antara senang, deg-deg an, takut, pokoknya tak terdeskripsi. Karena kami sama-sama amatir, yang notabene adalah pengalaman pertama dalam usia 6 bulan pernikahan, akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke dokter aja.

Sore Harinya, kami mengunjungi RS Hermina Bekasi. Sesampai disana, ke bagian pendaftaran dan petugas bilang sudah tidak ada dokter. Akhirnya kami mendaftar untuk hari senin malam. "Pokoknya jangan berharap lebih dulu ya" kami mencoba menghadapi segala kemungkinan. Pulang dari Rumah Sakit aku mencoba untuk testpack kembali, dan hasilnya kembali 1 garis pasti dan 1 garis samar. "Bismillah deh yaaa"

Senin malam, akhirnya aku dan suami kembali ke RS Hermina Bekasi. Kami langsung ke lantai 3 dan melakukan pendaftaran. Petugas membuatkan buku ibu. "Yaampun uda punya ginian aja ya aku" kataku. "Haha semoga yaa" jawab suami. Cukup lama juga ternyata menunggu di luar. Kami sampai pukul 19.30 dan baru dipanggil jam 9 lewat. Sampai di dalam ruang dokter, ditanya kapan terakhir haid? "Tanggal 25 Juni sampai 1 juli dok" jawabku. "Oh sudah 6 minggu ya. Langsung saja ya kita USG transvaginal". Jengjeeeeng! Deg-deg an juga sih dan merasa agak ga nyaman, tapi yasudahlah ya haha. Disana dokter Indang menjelaskan bahwa belum terlihat kantung kehamilan, belum ada tanda-tanda kehamilan. Langsung yang "emmmmm.... emmmm.... okee". Akhirnya dokter meminta untuk kembali cek testpack minggu depan. Keluar dari ruang dokter kami ke kasih. Biayanya lumayan juga, untuk konsultasi dokter spesialis 250rb, untuk USG transvaginal 125rb.

Sebenarnya masih gambling juga antara iya ga nih, hamil ga nih? Akhirnya cuma bisa meminta sama Allah semoga apapun ini, Allah akan memberikan anak-anak yang Soleh Soleha untuk kami. Semoga Allah memampukan dan mengajarkan kami agar kami dapat menjadi orang tua yang dapat membimbing anaknya untuk menjadi anak yang Soleh-Soleha. Suami jadi semakin perhatian dan banyak membantu urusan rumah tangga. Ya Allah bersyukur banget punya suami yang seperti ini. Gamau dituker sama siapa-siapa ya Allah T.T

baru 2 hari periksa, hari Rabu malam, uda penasaran banget pengen cek. Akhirnya aku belilah testpack merk 'Akurat' dan 'Sensitif'. Harusnya kalau memang hamil, garisnya akan semakin terlihat kan yaaa. Yak begitulah pemikiranku. Akhirnya, kamis pagi sebelum Sholat Subuh, aku coba testpack lagi. Jauh lebih deg-deg an ketimbang sebelum-sebelumnya, karena sebelumnya kan nothing to lose banget. Kalau sekarang kayak uda ngarep gituuu. Dan, "lohloh kok malah ga jelas yah garisnya" buru-buru deh ambil testpack satu lagi dan diulangin. Uda sedih banget tuh garis hampir engga keliatan. Akhirnya yauda Sholat Subuh dulu. Berdoa, "Ya Allah aku pasrahkan saja pada-Mu". Selesai sholat mencoba liat hasil testpack lagi, ada garis tapi samar banget lebih samar dari sebelumnya. Dan entah mungkin itu hasilnya setelah lebih dari 8 menit, padahal testpack tidak boleh dibaca lebih dari 8 menit karena kemungkinan akan tidak valid. Uda langsung sedih sebenernya saat itu, tapi masih bismillah..

Sambil sedikit deg-deg an, akhirnya aku mandi sebelum berangkat ke kantor, pas mandi, agak sadar nih ada flek seperti akan haid. Langsung deh semakin sedih deg-deg an. Selesai mandi, langsung "Peluk sepuluh menit dong" ke suami. Bingung mau cerita gimana, suami uda nanya duluan "gimana hasilnya" melihat testpack di atas rak. Cerita lah akhirnya ke suami. Uda hopeless pengen nangis. Tapi suami masih berpositif thinking, "bismillah semoga beneran ya, coba ditunggu minggu depan"

akhirnya kami berangkat kerja

Sampai di kantor, agak kerasa tuh seperti ada yang mengalir. "duh jangan-jangan flek lagi". Akhirnya ke masjid ngecek, sekalian mau sholat dhuha. sampe di kamar mandi, jengjeeeeeeng!! uda keluar darah haid. langsung syok. Sedih. Nangis di kamar mandi. Ternyata sedih dan uda berharap.

Akhirnya cerita ke suami lewat Whatsapp. "Yauda belum rezeki Sayang" kata suami. Aku yang sebelumnya biasa saja, sudah mulai berharap. Suami mungkin juga seperti itu. Nangis, sedih, namun berpasrah pada Allah. Mungkin memang belum rezeki. Mungkin memang salah nge-test. Mungkin Allah baru memberikan perasaan "nyicip" speechless nya lihat dua garis. Mungkin Allah mau membimbing aku dan suami untuk menjadi calon orang tua yang lebih matang. Mungkin Allah masih menyiapkan anak yang lebih soleh soleha lagi. Mungkin Allah masih ingin memberi waktu berdua bersama suami. Mungkin Allah mau meningkatkan tingka kesabaran kami. Mungkin Allah meminta untuk mengaji ilmu yang lebih dalam. Apapun itu, meski sedih, bersyukur adalah hal yang wajib. Bersyukur sambil menangispun tak masalah, berdoa agar Allah memberi yang lebih baik.

Sedih boleh. Berburuk sangka pada Allah jangan.

Insya Allah, Allah SWT akan memberi anak yang lebih soleh soleha. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan rezeki disaat yang tepat.

Postingan Populer